Minggu, 10 April 2016

Federative Republic of Brazil (Republik Federasi Brazil)

Brazil

Brazil adalah negara terbesar di Amerika Latin dengan luas wilayah sekitar 8,55 juta Km2, dan jumlah penduduk sekitar 196,6 juta jiwa. Merupakan negara federasi yang terdiri dari 26 negara bagian, dan 1 distrik federal.
Brazil merupakan negara paling timur di Benua Amerika dan berbatasan dengan Pegunungan Andes dan Samudra Atlantik. Nama Brazil diambil dari nama kayu brazil, sejenis kayu lokal. Brazil merupakan tempat pertanian ekstensif dan hutan hujan tropis. Sebagai bekas koloni Portugal, bahasa resmi Brasil adalah bahasa Portugis. Selain itu, Brazil juga sebagai penghasil kopi terbesar di dunia.

Profil

  • Nama Resmi Negara  : Republik Federasi Brazil
  • Ibukota                       : Brasilia – DF
  • Bentuk Pemerintahan : Presidensial
  • Hari Nasional             : 7 September 1822
  • Proklamasi Republik  : 15 November 1889
  • Kepala Negara            : Dilma Rousseff
  • Wakil Presiden           : Michel Temer
  • Menteri Luar Negeri   : Antonio Patriota
  • Bahasa Nasional         : Portugis
  • Agama                        : Katolik Roma (73,6 %), Protestan (15,4 %), lain (11 %)
  • Jumlah Penduduk       : 192.040.996 jiwa (2010)
  • Ekspor Utama             : Kopi, gula tebu, terigu, jagung, kertas, dll.
  • Impor Utama               : Minyak mentah, produk kimia, peralatan elektronik, dll.
  • GDP                            : US$ 1.99 trilyun  (2008) (peringkat  ke 10 dunia)
  • GDP per kapita           : US$ 10,500 (2008)
  • Mata Uang                  : Real Brazil

Sejarah
Pedro I
Brazil adalah satu- satunya negara Amerika Latin yang berasal bahasa dan budaya dari Portugal. Para penduduk asli sebagian besar terdiri dari nomaden Indian Tupi – Guarani. Adm Pedro Alvares Cabral mengklaim wilayah untuk Portugal pada tahun 1500. Awal penjelajah membawa kembali kayu yang menghasilkan pewarna merah, pau – brasil, dari itu brazil mendapatkan namanya. Portugal mulai kolonisasi pada tahun 1532 dan membuat daerah koloni kerajaan pada 1549.
Selama Perang Napoleon, Raja Dom João VI, takut tentara Prancis maju, melarikan diri Portugal pada tahun 1808 dan mendirikan pengadilan di Rio de Janeiro. Dom João VI ditarik pulang pada tahun 1820 oleh sebuah revolusi, meninggalkan putranya sebagai bupati. Ketika Portugal mencoba menerapkan kembali kekuasaan kolonial, pangeran mendeklarasikan kemerdekaan Brazil pada 7 September 1822, menjadi Pedro I, kaisar Brazil. Dilecehkan oleh parlemen nya, Pedro I mengabdikasikan tahun 1831 dalam mendukung putranya yang berumur lima tahun, yang menjadi kaisar pada tahun 1840 ( Pedro II ). Anak adalah seorang raja populer, tetapi ketidakpuasan dibangun, dan pada tahun 1889, setelah pemberontakan militer, ia turun tahta. Meskipun republik telah diproklamasikan, Brazil diperintah oleh diktator militer sampai pemberontakan kembali terjadi secara bertahap.
Presiden Wenceslau Braz bekerja sama dengan Sekutu dan menyatakan perang terhadap Jerman selama Perang Dunia I. Pada Perang Dunia II, Brazil kembali bekerja sama dengan Sekutu, menyambut Sekutu pangkalan udara, patroli Atlantik Selatan, dan bergabung dengan invasi Italia setelah menyatakan perang terhadap kekuatan Poros.
Setelah kudeta militer pada tahun 1964, Brazil memiliki serangkaian pemerintahan militer. Jenderal João Baptista de Oliveira Figueiredo menjadi presiden pada 1979 dan menjanjikan negara demokrasi pada tahun 1985. Pemilihan Tancredo Neves pada tanggal 15 Januari 1985, presiden sipil pertama sejak tahun 1964, membawa gelombang optimisme nasional, tetapi ketika Neves meninggal beberapa bulan kemudian, Wakil Presiden José Sarney menjadi presiden. Collor de Mello memenangkan pemilihan akhir tahun 1989, menjanjikan inflasi yang rendah dengan ekonomi pasar bebas. Ketika Collor menghadapi impeachment oleh Kongres karena skandal korupsi di Desember 1992 dan mengundurkan diri, Wakil Presiden Itamar Franco menjadi presiden.
Pada Januari 1999, krisis ekonomi Asia menyebar ke Brasil. Daripada menopang mata uang melalui pasar keuangan, Brasil memilih untuk membiarkan mata uang mengambang, yang dikirim nyata jatuh – pada satu waktu sebanyak 40 %. Cardoso sangat dipuji oleh masyarakat internasional untuk cepat berbalik krisis ekonomi negaranya. Meskipun ia sudah berusaha, namun, perekonomian tetap lamban sepanjang tahun 2001, dan negara juga menghadapi krisis energi. IMF menawarkan Brasil paket bantuan tambahan dalam Agustus 2001. Dan pada Agustus 2002, untuk memastikan bahwa Brasil tidak akan terseret oleh tetangga masalah ekonomi Argentina bencana, IMF setuju untuk meminjamkan Brazil dana fenomenal sebesar $ 30.000.000.000.

SISTEM POLITIK BRAZIL
Konstitusi Brazil yang berlaku saat ini disahkan pada tanggal 5 Oktober 1988. Dalam upaya mereformasi konstitusi ini, lima partai besar yaitu, PMDB, PFL, PSDB, PP dan PTB sepakat bahwa hal-hal yang perlu mendapat prioritas untuk dibahas di Kongres adalah masalah imunitas anggota parlemen, pencabutan hak berpolitik, loyalitas kepada partai, sistem pemilu, dan pembatasan waktu mandat presiden. Hal ini semua merupakan bagian dari yang disebut Reformasi Politik, yang hingga saat ini masih belum dirampungkan dan terus dalam prosesnya.
Parlemen Brazil disebut Kongres terdiri dari 81 anggota Senat (Senator), yang terdiri dari tiga orang dari setiap negara bagian dan distrik federal, serta 513 anggota DPR. Masa jabatan anggota Senat adalah 8 tahun, sedangkan masa jabatan DPR adalah 4 tahun. Baik anggota Senat maupun anggota DPR dipilih secara langsung oleh rakyat melalui Pemilu.
Menurut Konstitusi Brazil yang berlaku saat ini yang lebih dikenal sebagai Konstitusi 1988 (karena disahkan pada tanggal 5 Oktober 1988), negara Brazil berbentuk Republik Federasi dengan kabinet Presidentil. Brazil memiliki 26 Negara Bagian dan 1 (satu) Distrik Federal. Konstitusi 1988 menjamin kekuasaan yang luas kepada pemerintah federal yang terdiri dari eksekutif, legislatif dan judikatif. Presiden menjabat selama 4 tahun dengan hak dipilih kembali untuk 4 tahun berikutnya. Presiden hanya berhak dipilih selama 2 kali berturut-turut.
Sepuluh Partai Politik besar dalam percaturan politik Brazil adalah PT Partido dos Trabalhadores = Partai Buruh (kiri), PMDB (Partido do Movimento Democrático Brazileiro = Partai Gerakan Demokrasi Brazil (tengah), PL (Partido Liberal = Partai Liberal /tengah-kanan), PDT (Partido Democrático Trabalhista = Partai Demokrasi Buruh (kiri),  PC do B (Partido Comunista do Brazil = Partai Komunis Brazil (kiri), PPB (Partido Progressista Brazileiro = Partai Progresif Brazil (tengah-kiri), PPS (Partido Popular Socialista = Partai Masyarakat Sosialis/kiri), PTB (Partido Trabalhista Brazileiro = Partai Buruh Brazil/tengah-kiri), PSDB (Partido da Social Democracia Brazileira = Partai Sosial Demokrasi Brazil/tengah-kiri), dan PFL(Partido da Frente Liberal = Partai Front Liberal/tengah-kanan).

Kemiskinan
Sebuah studi yang diterbitkan di Brazil mendapatkan bahwa sepertiga penduduk negara itu, atau sekitar 58 juta orang, berpenghasilan kurang dari satu dolar sehari atau sekitar 8 ribu rupiah. Yayasan Getulio Vargas yang mengadakan studi ini berdasarkan hasil sensus, mengatakan kemiskinan di perkotaan meningkat pesat, dalam sepuluh tahun terakhir. Tak lama sesudah ia berkuasa pada awal tahun 2003, Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, mencanangkan proyek untuk menghapus kemiskinan pada tahun 2007. Proyek ini dikritik karena kurang menunjukkan hasil Gambaran kemiskinan di Brasil yang sangat lekat di ingatan dengan daerah-daerah kumuhnya, anak-anak jalanan dan kemiskinan di kawasan timur laut mudah membuat orang lupa bahwa Brazil bukanlah negara termiskin di dunia. Pendapatan rata-rata penduduk Brasil lebih tinggi dari pendapat per kepala di Cina, India dan hampir semua negara Afrika sub Sahara. Di kawasan selatan, jauh dari kota-kota besar, ada ratusan daerah kaya, tertata rapih yang kemewahannya tidak kalah dari kota-kota di Eropa yang makmur. Masalah yang dihadapi Brazil adalah tingkat pernyebaran kekayaan yang tidak merata akibat puluhan tahun dilanda inflasi, tingginya pengangguran, dan kepemilikan tanah yang tidak merata.

Pendidikan
Konstitusi Federal tahun dan Hukum Umum Pendidikan di Brasil tahun 1996 (LDB) menentukan bagaimana Pemerintah Federal, Serikat, Distrik Federal, dan Kota akan mengelola dan mengatur sistem pendidikan masing-masing. Masing-masing sistem pendidikan publik yang bertanggung jawab atas pemeliharaan mereka sendiri, yang mengelola dana serta mekanisme dan sumber sumber daya keuangan. Konstitusi mengatur bahwa 25% dari pajak negara dan kota dan 18% dari pajak federal dianggarkan untuk pendidikan.
Program sekolah swasta yang tersedia untuk melengkapi sistem sekolah umum. Pada tahun 2003, tingkat buta aksara telah ditekan mencapai 88% dari populasi, dan 93,2% pada generasi muda (usia 15-19). Buta huruf tertinggi di Timur Laut, sekitar 27%, yang mempunyai proporsi tinggi miskin pedesaan dan pendidikan di brazil memiliki masalah pada rendahnya tingkat efisiensi pada siswa berumur 15 tahun, khususnya di sekolah umum. Pendidikan tinggi dimulai dengan kursus sarjana atau berurutan, yang menawarkan pilihan khusus yang berbeda seperti akademis atau kejuruan. Tergantung pada pilihan, siswa dapat meningkatkan latar belakang pendidikan mereka dengan pendidikan pascasarjana.
Karena perbedaan besar antara kaya dan miskin di negara ini, keluarga miskin dan kelas menengah bawah akan mengirimkan anak mereka ke lembaga-lembaga publik, sementara keluarga kelas menengah dan keluarga yang berpenghasilan lebih tinggi dapat mendaftarkan anak-anak mereka di lembaga-lembaga swasta.
Sebagai akibat dari kurangnya sumber daya dan perbedaan gaji untuk guru, sebagian besar sekolah-sekolah umum diasumsikan untuk menyediakan pendidikan berkualitas rendah dan kesempatan belajar bagi siswa. Sekolah-sekolah umum diatur oleh pemerintah kota, negara bagian, atau pemerintah federal.
Sejumlah besar keluarga miskin yang mampu menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke-kelas 8 dapat menerima "Bolsa escola" (beasiswa sekolah) yang menyediakan mereka dengan cukup uang untuk membeli persediaan makanan dasar setiap bulan (sekitar R $ 30/month per anak yang terdaftar). Karena kondisi ekonomi mereka, banyak anak-anak miskin bekerja secara ilegal atau berkeliaran di jalanan menjual pernak-pernik atau mengemis uang. Program ini berupaya untuk menjaga anak-anak di sekolah dan jauh dari jalanan.

Perekonomian
Luiz Inacio Lula da Silva
         Kinerja perekonomian Brazil selama pemerintahan Presiden Lula dapat dikatakan sangat berhasil meskipun di awal pemerintahan Presiden Lula, masyarakat Brazil dan mula-mula para pengamat internasional pada umumnya kurang menaruh kepercayaan dan khawatir terhadap kemampuan Presiden Lula dari Partai Pekerja (PT) yang cukup lama berperan sebagai oposisi dalam pemerintahan Brazil. Kekhawatiran tersebut sedikit demi sedikit menghilang karena proses “pembenahan” yang dilancarkan oleh pemerintahan Presiden Lula ternyata berdampak sangat positif dalam perekonomian Brazil. 
    Salah satu bukti nyata keberhasilan kinerja perekonomian Brazil selama pemerintahan Presiden Lula ialah pelunasan hutang Brazil kepada IMF (Dana Moneter Internasional) sehingga Brazil dapat lebih leluasa mengatur sendiri perekonomiannya. Kenyataan lain berhasilnya kinerja perekonomian pemerintah Presiden Lula ialah sejak awal pemerintahannya tahun 2003 hingga April 2007, nilai mata uang yang semakin kokoh dimana nilai tukar mata uang Brazil, yaitu “Real” (R$) terhadap US$ semakin kuat. Sebagai perbandingan nilai tukar mata uang Real (R$) terhadap mata uang USD pada bulan Januari 2003 (awal pemerintahan Presiden Lula) adalah USD 1 = R$ 3,52 dan pada Desember  2008, USD 1 =  R$ 2,30.

BRICS ???
         
BRICS adalah (singkatan dari Brasil, Rusia, India, China, South Africa) saat ini menjadi titik sentral portofolio investasi global. Istilah BRICS muncul pertama kali pada awal dekade ini. Ekonom Goldman Sachs, Jim O’ Neil merupakan pencetus lahirnya BRIC di tahun 2001Kemudian, baru pada tahun 2010 China sebagai pemegang kendali BRIC mengundang Afsel untuk bergabung.
Menurut Goldman Sachs, pada tahun 2050, gabungan ekonomi kelima negara itu akan mengalahkan negara-negara terkaya di dunia saat ini. Negara-negara anggota BRIC mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Hampir setengah pertumbuhan ekonomi global dikuasai BRICS antara tahun 2000-2008. Diramalkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF, International Monetary Fund), kehadiran Afsel di tubuh BRICS nantinya di tahun 2014 akan mendorong pertumbuhan ekonomi global, serta menguasai perdagangan global sebesar 61 persen. Data IMF menjelaskan bahwa volume perdagangan BRICS meningkat rata-rata per tahun 28 persen dari 2001 ke 2010. BRIC juga mencatatkan total volume perdagangan yang mencapai 230 miliar dollar AS pada tahun 2010.


Brazil Sebagai Bagian Dari BRICS
Statue of Christ the Redeemer, Rio de Janeiro
Negara pertama dalam BRIC adalah Brazil. Brazil mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup mengesankan dalam kurun waktu 2000-2010. Sekitar tahun 2000, ekonomi Brazil masih dibawah Meksiko. Tak beberapa lama kemudian, ekonomi Brazil naik menjadi dua-tiga kali lipat sehingga sekarang berada diatas Meksiko dan bahkan diatas India. Ekonomi Brazil mengalahkan ekonomi Inggris tahun lalu (2011). Apa yang membuat Brazil bisa melonjak begitu cepat dalam kurun waktu begitu singkat? Jawabannya adalah Cina. Industrialisasi besar-besaran di Cina membutuhkan bahan mentah dalam jumlah yang sangat besar. Brazil sangat kaya akan bahan-bahan mentah untuk industri. Jadilah ekspor Brazil juga melonjak yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonominya. Investasi besar-besaran masuk ke Brazil terutama di sektor pertambangan, kehutanan dan sektor lain yang berhubungan dengan sumber daya alam.


Referensi     :

7 komentar:

  1. Wah ini musuh bebuyutan sepakbolanya argentina.. bagus bgt ego artikelmu... negeri samba.... jadi pengen ikutan joget samba... tp walaupun perkapita nya tinggi.. permasalahan ekonominya masih banyak ya... overall keren....

    BalasHapus
  2. Wah Brasil termasuk salah satu negara yg wajib di kunjungi

    BalasHapus
  3. Wah Brasil termasuk salah satu negara yg wajib di kunjungi

    BalasHapus
  4. menarik sekali bung, semakin menambah wawasan tentang negeri samba, jadi kangen sama ronaldinho ������

    BalasHapus
  5. diskriminasi banget ya pendidikan di Brazil. wah bner2 mengingatkn saya ttg Marxis nih, adanya prbedaan kelas antara borjuis dan proletar😁

    BalasHapus
  6. Packaging jg menarik, isinya juga sangat terstruktur👌

    BalasHapus
  7. Pembahasannya detail.. Terimakasih infonya, saya baru tau kekayaan yg tdk merata bener2 ada disana..

    BalasHapus