Brazil

Brazil
adalah negara terbesar di Amerika Latin dengan luas wilayah sekitar 8,55 juta
Km2, dan jumlah penduduk sekitar 196,6 juta jiwa. Merupakan negara federasi
yang terdiri dari 26 negara bagian, dan 1 distrik federal.
Brazil
merupakan negara paling timur di Benua Amerika dan berbatasan dengan Pegunungan
Andes dan Samudra Atlantik. Nama Brazil diambil dari nama kayu brazil, sejenis
kayu lokal. Brazil merupakan tempat pertanian ekstensif dan hutan hujan tropis.
Sebagai bekas koloni Portugal, bahasa resmi Brasil adalah bahasa Portugis.
Selain itu, Brazil juga sebagai penghasil kopi terbesar di dunia.
Profil
- Nama Resmi Negara : Republik Federasi Brazil
- Ibukota : Brasilia – DF
- Bentuk Pemerintahan : Presidensial
- Hari Nasional : 7 September 1822
- Proklamasi Republik : 15 November 1889
- Kepala Negara : Dilma Rousseff
- Wakil Presiden : Michel Temer
- Menteri Luar Negeri : Antonio Patriota
- Bahasa Nasional : Portugis
- Agama : Katolik Roma (73,6 %), Protestan (15,4 %), lain (11 %)
- Jumlah Penduduk : 192.040.996 jiwa (2010)
- Ekspor Utama : Kopi, gula tebu, terigu, jagung, kertas, dll.
- Impor Utama : Minyak mentah, produk kimia, peralatan elektronik, dll.
- GDP : US$ 1.99 trilyun (2008) (peringkat ke 10 dunia)
- GDP per kapita : US$ 10,500 (2008)
- Mata Uang : Real Brazil
Sejarah
![]() |
| Pedro I |
Brazil adalah satu- satunya
negara Amerika Latin yang berasal bahasa dan budaya dari Portugal. Para
penduduk asli sebagian besar terdiri dari nomaden Indian Tupi – Guarani. Adm
Pedro Alvares Cabral mengklaim wilayah untuk Portugal pada tahun 1500. Awal
penjelajah membawa kembali kayu yang menghasilkan pewarna merah, pau – brasil,
dari itu brazil mendapatkan namanya. Portugal mulai kolonisasi pada tahun 1532 dan
membuat daerah koloni kerajaan pada 1549.
Selama Perang Napoleon, Raja
Dom João VI, takut tentara Prancis maju, melarikan diri Portugal pada tahun
1808 dan mendirikan pengadilan di Rio de Janeiro. Dom João VI ditarik pulang
pada tahun 1820 oleh sebuah revolusi, meninggalkan putranya sebagai bupati.
Ketika Portugal mencoba menerapkan kembali kekuasaan kolonial, pangeran
mendeklarasikan kemerdekaan Brazil pada 7 September 1822, menjadi Pedro I,
kaisar Brazil. Dilecehkan oleh parlemen nya, Pedro I mengabdikasikan tahun 1831
dalam mendukung putranya yang berumur lima tahun, yang menjadi kaisar
pada tahun 1840 ( Pedro II ). Anak adalah seorang raja populer, tetapi
ketidakpuasan dibangun, dan pada tahun 1889, setelah pemberontakan militer, ia
turun tahta. Meskipun republik telah diproklamasikan, Brazil diperintah oleh diktator
militer sampai pemberontakan kembali terjadi secara bertahap.
Presiden Wenceslau Braz
bekerja sama dengan Sekutu dan menyatakan perang terhadap Jerman selama Perang
Dunia I. Pada Perang Dunia II, Brazil kembali bekerja sama dengan Sekutu,
menyambut Sekutu pangkalan udara, patroli Atlantik Selatan, dan bergabung
dengan invasi Italia setelah menyatakan perang terhadap kekuatan Poros.
Setelah kudeta militer pada
tahun 1964, Brazil memiliki serangkaian pemerintahan militer. Jenderal João Baptista
de Oliveira Figueiredo menjadi presiden pada 1979 dan menjanjikan negara demokrasi pada tahun 1985. Pemilihan Tancredo Neves pada tanggal 15 Januari
1985, presiden sipil pertama sejak tahun 1964, membawa gelombang optimisme
nasional, tetapi ketika Neves meninggal beberapa bulan kemudian, Wakil Presiden
José Sarney menjadi presiden. Collor de Mello memenangkan pemilihan akhir tahun
1989, menjanjikan inflasi yang rendah dengan ekonomi pasar bebas. Ketika
Collor menghadapi impeachment oleh Kongres karena skandal korupsi di Desember
1992 dan mengundurkan diri, Wakil Presiden Itamar Franco menjadi presiden.
Pada Januari 1999, krisis
ekonomi Asia menyebar ke Brasil. Daripada menopang mata uang melalui pasar
keuangan, Brasil memilih untuk membiarkan mata uang mengambang, yang dikirim
nyata jatuh – pada satu waktu sebanyak 40 %. Cardoso sangat dipuji oleh
masyarakat internasional untuk cepat berbalik krisis ekonomi negaranya.
Meskipun ia sudah berusaha, namun, perekonomian tetap lamban sepanjang tahun
2001, dan negara juga menghadapi krisis energi. IMF menawarkan Brasil paket
bantuan tambahan dalam Agustus 2001. Dan pada Agustus 2002, untuk memastikan
bahwa Brasil tidak akan terseret oleh tetangga masalah ekonomi Argentina
bencana, IMF setuju untuk meminjamkan Brazil dana fenomenal sebesar $ 30.000.000.000.
SISTEM
POLITIK BRAZIL
Konstitusi
Brazil yang berlaku saat ini disahkan pada tanggal 5 Oktober 1988. Dalam upaya
mereformasi konstitusi ini, lima partai besar yaitu, PMDB, PFL, PSDB, PP dan
PTB sepakat bahwa hal-hal yang perlu mendapat prioritas untuk dibahas di
Kongres adalah masalah imunitas anggota parlemen, pencabutan hak berpolitik,
loyalitas kepada partai, sistem pemilu, dan pembatasan waktu mandat presiden.
Hal ini semua merupakan bagian dari yang disebut Reformasi Politik, yang hingga
saat ini masih belum dirampungkan dan terus dalam prosesnya.
Parlemen
Brazil disebut Kongres terdiri dari 81 anggota Senat (Senator), yang terdiri
dari tiga orang dari setiap negara bagian dan distrik federal, serta 513
anggota DPR. Masa jabatan anggota Senat adalah 8 tahun, sedangkan masa jabatan
DPR adalah 4 tahun. Baik anggota Senat maupun anggota DPR dipilih secara
langsung oleh rakyat melalui Pemilu.
Menurut
Konstitusi Brazil yang berlaku saat ini yang lebih dikenal sebagai Konstitusi
1988 (karena disahkan pada tanggal 5 Oktober 1988), negara Brazil berbentuk
Republik Federasi dengan kabinet Presidentil. Brazil memiliki 26 Negara Bagian
dan 1 (satu) Distrik Federal. Konstitusi 1988 menjamin kekuasaan yang luas
kepada pemerintah federal yang terdiri dari eksekutif, legislatif dan
judikatif. Presiden menjabat selama 4 tahun dengan hak dipilih kembali untuk 4
tahun berikutnya. Presiden hanya berhak dipilih selama 2 kali berturut-turut.
Sepuluh Partai Politik besar
dalam percaturan politik Brazil adalah PT Partido dos Trabalhadores = Partai
Buruh (kiri), PMDB (Partido do Movimento Democrático Brazileiro = Partai Gerakan
Demokrasi Brazil (tengah), PL (Partido Liberal = Partai Liberal /tengah-kanan),
PDT (Partido Democrático Trabalhista = Partai Demokrasi Buruh (kiri), PC
do B (Partido Comunista do Brazil = Partai Komunis Brazil (kiri), PPB (Partido
Progressista Brazileiro = Partai Progresif Brazil (tengah-kiri), PPS (Partido
Popular Socialista = Partai Masyarakat Sosialis/kiri), PTB (Partido Trabalhista
Brazileiro = Partai Buruh Brazil/tengah-kiri), PSDB (Partido da Social
Democracia Brazileira = Partai Sosial Demokrasi Brazil/tengah-kiri), dan
PFL(Partido da Frente Liberal = Partai Front Liberal/tengah-kanan).
Kemiskinan
Sebuah
studi yang diterbitkan di Brazil mendapatkan bahwa sepertiga penduduk negara
itu, atau sekitar 58 juta orang, berpenghasilan kurang dari satu dolar sehari
atau sekitar 8 ribu rupiah. Yayasan Getulio Vargas yang mengadakan studi ini
berdasarkan hasil sensus, mengatakan kemiskinan di perkotaan meningkat pesat,
dalam sepuluh tahun terakhir. Tak lama sesudah ia berkuasa pada awal tahun
2003, Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, mencanangkan proyek untuk
menghapus kemiskinan pada tahun 2007. Proyek ini dikritik karena kurang
menunjukkan hasil Gambaran kemiskinan di Brasil yang sangat lekat di ingatan dengan
daerah-daerah kumuhnya, anak-anak jalanan dan kemiskinan di kawasan timur laut mudah
membuat orang lupa bahwa Brazil bukanlah negara termiskin di dunia. Pendapatan
rata-rata penduduk Brasil lebih tinggi dari pendapat per kepala di Cina, India
dan hampir semua negara Afrika sub Sahara. Di kawasan selatan, jauh dari
kota-kota besar, ada ratusan daerah kaya, tertata rapih yang kemewahannya tidak
kalah dari kota-kota di Eropa yang makmur. Masalah yang dihadapi Brazil adalah tingkat
pernyebaran kekayaan yang tidak merata akibat puluhan tahun dilanda inflasi,
tingginya pengangguran, dan kepemilikan tanah yang tidak merata.
Pendidikan
Konstitusi
Federal tahun dan Hukum Umum Pendidikan di Brasil tahun 1996 (LDB) menentukan
bagaimana Pemerintah Federal, Serikat, Distrik Federal, dan Kota akan mengelola
dan mengatur sistem pendidikan masing-masing. Masing-masing sistem pendidikan
publik yang bertanggung jawab atas pemeliharaan mereka sendiri, yang mengelola
dana serta mekanisme dan sumber sumber daya keuangan. Konstitusi mengatur bahwa
25% dari pajak negara dan kota dan 18% dari pajak federal dianggarkan untuk
pendidikan.
Program
sekolah swasta yang tersedia untuk melengkapi sistem sekolah umum. Pada tahun
2003, tingkat buta aksara telah ditekan mencapai 88% dari populasi, dan 93,2%
pada generasi muda (usia 15-19). Buta huruf tertinggi di Timur Laut, sekitar 27%,
yang mempunyai proporsi tinggi miskin pedesaan dan pendidikan di brazil
memiliki masalah pada rendahnya tingkat efisiensi pada siswa berumur 15 tahun,
khususnya di sekolah umum. Pendidikan tinggi dimulai dengan kursus sarjana atau
berurutan, yang menawarkan pilihan khusus yang berbeda seperti akademis atau
kejuruan. Tergantung pada pilihan, siswa dapat meningkatkan latar belakang
pendidikan mereka dengan pendidikan pascasarjana.
Karena
perbedaan besar antara kaya dan miskin di negara ini, keluarga miskin dan kelas
menengah bawah akan mengirimkan anak mereka ke lembaga-lembaga publik,
sementara keluarga kelas menengah dan keluarga yang berpenghasilan lebih tinggi
dapat mendaftarkan anak-anak mereka di lembaga-lembaga swasta.
Sebagai
akibat dari kurangnya sumber daya dan perbedaan gaji untuk guru, sebagian besar
sekolah-sekolah umum diasumsikan untuk menyediakan pendidikan berkualitas
rendah dan kesempatan belajar bagi siswa. Sekolah-sekolah umum diatur oleh
pemerintah kota, negara bagian, atau pemerintah federal.
Sejumlah
besar keluarga miskin yang mampu menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke-kelas
8 dapat menerima "Bolsa escola" (beasiswa sekolah) yang menyediakan
mereka dengan cukup uang untuk membeli persediaan makanan dasar setiap bulan
(sekitar R $ 30/month per anak yang terdaftar). Karena kondisi ekonomi mereka,
banyak anak-anak miskin bekerja secara ilegal atau berkeliaran di jalanan
menjual pernak-pernik atau mengemis uang. Program ini berupaya untuk menjaga
anak-anak di sekolah dan jauh dari jalanan.
Perekonomian
![]() |
| Luiz Inacio Lula da Silva |
Kinerja perekonomian
Brazil selama pemerintahan Presiden Lula dapat dikatakan sangat berhasil
meskipun di awal pemerintahan Presiden Lula, masyarakat Brazil dan mula-mula
para pengamat internasional pada umumnya kurang menaruh kepercayaan dan
khawatir terhadap kemampuan Presiden Lula dari Partai Pekerja (PT) yang cukup
lama berperan sebagai oposisi dalam pemerintahan Brazil. Kekhawatiran tersebut
sedikit demi sedikit menghilang karena proses “pembenahan” yang dilancarkan
oleh pemerintahan Presiden Lula ternyata berdampak sangat positif dalam
perekonomian Brazil.
Salah satu bukti nyata
keberhasilan kinerja perekonomian Brazil selama pemerintahan Presiden Lula
ialah pelunasan hutang Brazil kepada IMF (Dana Moneter Internasional) sehingga
Brazil dapat lebih leluasa mengatur sendiri perekonomiannya. Kenyataan lain
berhasilnya kinerja perekonomian pemerintah Presiden Lula ialah sejak awal
pemerintahannya tahun 2003 hingga April 2007, nilai mata uang yang semakin
kokoh dimana nilai tukar mata uang Brazil, yaitu “Real” (R$) terhadap US$
semakin kuat. Sebagai perbandingan nilai tukar mata uang Real (R$) terhadap
mata uang USD pada bulan Januari 2003 (awal pemerintahan Presiden Lula) adalah
USD 1 = R$ 3,52 dan pada Desember 2008, USD 1 = R$ 2,30.
BRICS ???
Menurut
Goldman Sachs, pada tahun 2050, gabungan ekonomi kelima negara itu akan
mengalahkan negara-negara terkaya di dunia saat ini. Negara-negara anggota BRIC
mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Hampir setengah pertumbuhan ekonomi
global dikuasai BRICS antara tahun 2000-2008. Diramalkan oleh Dana Moneter
Internasional (IMF, International Monetary Fund), kehadiran Afsel di tubuh BRICS nantinya di tahun 2014 akan mendorong pertumbuhan ekonomi global, serta
menguasai perdagangan global sebesar 61 persen. Data IMF menjelaskan bahwa
volume perdagangan BRICS meningkat rata-rata per tahun 28 persen dari 2001 ke
2010. BRIC juga mencatatkan total volume perdagangan yang mencapai 230 miliar
dollar AS pada tahun 2010.
Brazil
Sebagai Bagian Dari BRICS
![]() |
| Statue of Christ the Redeemer, Rio de Janeiro |
Negara
pertama dalam BRIC adalah Brazil. Brazil mengalami pertumbuhan ekonomi yang
cukup mengesankan dalam kurun waktu 2000-2010. Sekitar tahun 2000, ekonomi
Brazil masih dibawah Meksiko. Tak beberapa lama kemudian, ekonomi Brazil naik
menjadi dua-tiga kali lipat sehingga sekarang berada diatas Meksiko dan bahkan
diatas India. Ekonomi Brazil mengalahkan ekonomi Inggris tahun lalu (2011). Apa
yang membuat Brazil bisa melonjak begitu cepat dalam kurun waktu begitu
singkat? Jawabannya adalah Cina. Industrialisasi besar-besaran di Cina membutuhkan
bahan mentah dalam jumlah yang sangat besar. Brazil sangat kaya akan
bahan-bahan mentah untuk industri. Jadilah ekspor Brazil juga melonjak
yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonominya. Investasi
besar-besaran masuk ke Brazil terutama di sektor pertambangan,
kehutanan dan sektor lain yang berhubungan dengan sumber daya alam.
Referensi :




